Jakarta, BP3MI DKI Jakarta
(13/10) — Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) DKI
Jakarta memfasilitasi keberangkatan 15 Calon Pekerja Migran Indonesia melalui
skema Special Placement to Taiwan (SP2T) sektor manufaktur PT Tong Yang
Industry menuju Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Selasa (13/10/2026).
Kegiatan ini merupakan bentuk dukungan BP3MI DKI Jakarta dalam memastikan
proses keberangkatan berjalan tertib dan lancar.
Fasilitasi keberangkatan ini
mencakup pendampingan dan koordinasi guna mendukung kesiapan para Calon Pekerja
Migran Indonesia sebelum melanjutkan perjalanan menuju Taiwan. Upaya tersebut
juga menjadi bagian dari komitmen BP3MI DKI Jakarta dalam mendukung proses
penempatan Pekerja Migran Indonesia yang aman dan sesuai dengan ketentuan yang
berlaku.
Dalam kesempatan tersebut, Kepala
BP3MI DKI Jakarta, Dr. Arman Muis, S.H., S.I.K., M.M., M.H., memberikan
pembekalan kepada 15 Calon Pekerja Migran Indonesia agar senantiasa menjaga
nama baik bangsa dan negara, keluarga, serta diri sendiri selama bekerja di
luar negeri. Beliau juga menekankan pentingnya pengelolaan penghasilan secara
bijaksana dan peningkatan kemampuan berbahasa Mandarin sebagai bekal untuk
beradaptasi serta menunjang pekerjaan di negara penempatan.
“Bagi seluruh Calon Pekerja
Migran Indonesia program SP2T PT Tong Yang yang akan bekerja di Taiwan, saya
berpesan agar senantiasa menjaga nama baik negara, keluarga, dan diri sendiri
selama berada di luar negeri. Manfaatkan penghasilan yang diperoleh dengan
bijaksana dan sebaik-baiknya. Selama berada di Taiwan, teruslah belajar dan
tingkatkan kemampuan berbahasa Mandarin agar dapat beradaptasi dengan baik
serta menunjang pelaksanaan pekerjaan. Saya berharap seluruh Calon Pekerja
Migran Indonesia senantiasa diberikan kelancaran, keselamatan, dan kesuksesan
dalam bekerja,” ujar Dr. Arman Muis.
Melalui kegiatan ini, BP3MI DKI
Jakarta berharap seluruh Calon Pekerja Migran Indonesia dapat menjalani proses
keberangkatan dengan lancar serta melaksanakan pekerjaan secara profesional dan
bertanggung jawab. Pembekalan yang diberikan diharapkan menjadi bekal bagi para
Calon Pekerja Migran Indonesia untuk beradaptasi di negara penempatan, menjaga
keselamatan diri, dan membawa nama baik Indonesia selama bekerja di Taiwan.