Jakarta, BP3MI DKI Jakarta (26/10)
– Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) DKI Jakarta
bersama Balai Diklat Industri (BDI) Jakarta melaksanakan Pembukaan dan Info
Sesi Pelatihan dan Sertifikasi Operator Mesin Computer Numerical Control
(CNC) serta Pelatihan dan Sertifikasi Bahasa Inggris melalui Program SMK Go
Global, pada Senin (26/10/26) di Aula Balai Diklat Industri Jakarta. Kegiatan
ini merupakan bagian dari upaya meningkatkan kompetensi calon pekerja migran
Indonesia agar siap bersaing di pasar kerja internasional.
Kegiatan diawali dengan sambutan
Kepala BDI Jakarta, Bapak Ali Khomaini yang menyampaikan bahwa dari 67 peserta yang
mengikuti seleksi, sebanyak 60 peserta dinyatakan lulus. Pada hari pembukaan,
sebanyak 51 peserta hadir, sementara sembilan peserta lainnya masih dalam
konfirmasi kehadiran.
“Dari 67 peserta yang mengikuti
seleksi, sebanyak 60 peserta dinyatakan lulus. Kami berharap seluruh peserta
dapat memanfaatkan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya, mengikuti pelatihan
secara sungguh-sungguh, serta menyerap ilmu dan keterampilan dari para
instruktur. Peserta juga harus senantiasa mematuhi prosedur keselamatan kerja
selama mengikuti pelatihan yang berlangsung sekitar 296 jam pelajaran,” ujar
Kepala BDI Jakarta.
Sambutan selanjutnya disampaikan
oleh Dewi Maryam selaku Analis Kebijakan Ahli Muda yang mewakili Direktur
Peningkatan Kapasitas Pekerja Migran Indonesia Kementerian Pelindungan Pekerja
Migran Indonesia (KP2MI). Dalam sambutannya, beliau menyampaikan permohonan
maaf atas ketidakhadiran Direktur secara langsung sekaligus menegaskan komitmen
Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia melalui Program SMK Go Global.
“Melalui Program SMK Go Global,
Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia berkomitmen mempersiapkan
calon pekerja migran Indonesia yang kompeten, terampil, dan terlindungi agar
mampu bekerja di luar negeri secara aman dan sesuai prosedur. Kami juga
mengapresiasi dukungan dan kolaborasi BDI Jakarta, BP3MI DKI Jakarta,
Direktorat Penempatan Nonpemerintah pada Pemberi Kerja Berbadan Hukum, PT Bina
Adidaya Mandiri Internasional, serta PT Binawan Inti Utama dalam mendukung
pelaksanaan pelatihan dan membuka peluang kerja bagi para peserta. Kami
berharap seluruh peserta mengikuti pelatihan dengan disiplin dan penuh
semangat, meningkatkan kompetensi teknis serta kemampuan bahasa Inggris, dan
membangun etos kerja yang baik untuk meningkatkan daya saing di pasar kerja
internasional sekaligus menjaga nama baik bangsa Indonesia,” ungkap Dewi
Maryam.
Selanjutnya, Kepala BP3MI DKI
Jakarta, Arman Muis memberikan arahan sekaligus membuka kegiatan pelatihan.
Dalam arahannya, beliau menekankan pentingnya memanfaatkan kesempatan
pelatihan, mengikuti prosedur penempatan resmi, serta memahami hak dan
kewajiban sebagai calon pekerja migran Indonesia.
“Manfaatkan kesempatan melalui
Program SMK Go Global ini dengan sebaik-baiknya. Ikuti seluruh rangkaian
pelatihan secara disiplin, tingkatkan keterampilan, dan persiapkan diri agar
mampu bersaing di dunia kerja internasional. Saya juga mengingatkan agar seluruh
proses penempatan nantinya dilakukan melalui jalur resmi dan sesuai prosedur.
Berdasarkan Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2017 tentang Pelindungan Pekerja
Migran Indonesia, negara bertanggung jawab memberikan pelindungan sebelum
bekerja, selama bekerja, hingga setelah selesai bekerja. Oleh karena itu, jaga
komunikasi, sampaikan kendala atau keluhan melalui saluran yang tersedia, dan
gunakan media sosial secara bijak. Persiapkan diri dengan baik agar dapat
bekerja secara aman, profesional, dan membawa nama baik Indonesia,” tegas
Kepala BP3MI DKI Jakarta.
Rangkaian pembukaan dilanjutkan
dengan penyerahan training kit secara simbolis kepada perwakilan peserta
dan sesi foto bersama. Kegiatan kemudian berlanjut ke sesi informasi yang
menghadirkan Endah Dwi, Pengantar Kerja Ahli Madya dari Direktorat Penempatan
Nonpemerintah pada Pemberi Kerja Berbadan Hukum Kementerian Pelindungan Pekerja
Migran Indonesia (KP2MI).
Dalam pemaparannya, Endah Dwi
menjelaskan berbagai informasi penting mengenai pekerja migran Indonesia,
manfaat pelatihan bagi calon pekerja migran Indonesia, keuntungan dan tantangan
bekerja di luar negeri, persyaratan serta dokumen yang diperlukan, skema
penempatan, Sistem Komputerisasi Pelindungan Pekerja Migran Indonesia
(SISKOP2MI), hingga biaya penempatan. Materi tersebut diberikan untuk membekali
peserta dengan pemahaman mengenai proses bekerja di luar negeri secara aman,
legal, dan prosedural.
Sesi informasi juga diisi oleh
perwakilan PT Bina Adidaya Mandiri Internasional dan PT Binawan Inti Utama yang
memaparkan peluang kerja yang tersedia bagi peserta. Informasi yang disampaikan
mencakup jabatan yang dibutuhkan, negara tujuan penempatan, proses rekrutmen,
besaran gaji, serta fasilitas yang akan diterima dari pemberi kerja. Pemaparan
ini diharapkan dapat memberikan gambaran yang lebih jelas kepada peserta
mengenai peluang kerja yang dapat diakses setelah menyelesaikan pelatihan.
Melalui pelaksanaan pelatihan dan
sertifikasi Operator Mesin CNC serta Bahasa Inggris dalam Program SMK Go
Global, BP3MI DKI Jakarta berharap para peserta dapat meningkatkan
keterampilan, memperkuat kemampuan komunikasi, dan mempersiapkan diri untuk
memasuki pasar kerja internasional. Kolaborasi antara pemerintah, lembaga
pelatihan, dan pihak swasta diharapkan dapat mendukung terciptanya calon
pekerja migran Indonesia yang kompeten, berdaya saing, serta mampu bekerja di
luar negeri secara aman dan terlindungi.