– Balai Pelayanan Pelindungan
Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) DKI Jakarta bersama Universitas Binawan
menyelenggarakan kegiatan Pembukaan dan Info Sesi Pelatihan dan Sertifikasi
Teknis Welder serta Pelatihan dan Sertifikasi Bahasa Korea Program SMK
Go Global di Universitas Binawan, Jakarta, pada Senin (2/11/2026). Kegiatan ini
bertujuan meningkatkan kompetensi calon pekerja migran Indonesia agar siap
bersaing di pasar kerja internasional serta memahami prosedur penempatan dan
pelindungan sebelum bekerja ke luar negeri.
Kegiatan diawali dengan sambutan
Chief Operating Officer Universitas Binawan, Danu Samsi Purnomosidhi, yang
menyampaikan bahwa sebanyak 80 peserta telah dinyatakan lulus seleksi dan
diharapkan dapat memanfaatkan kesempatan tersebut dengan sebaik-baiknya.
“Dari 80 peserta yang telah
dinyatakan lulus seleksi, saya berharap seluruh peserta dapat mengikuti
pelatihan ini dengan sungguh-sungguh, khususnya dalam mempelajari Bahasa Korea.
Manfaatkan kesempatan ini untuk belajar dan menyerap ilmu dari para instruktur,
serta selalu mematuhi prosedur keselamatan kerja selama pelatihan berlangsung
pada 2–16 November 2026,” ujarnya.
Selanjutnya, Kepala BP3MI DKI
Jakarta, Arman Muis, memberikan arahan sekaligus membuka kegiatan secara resmi.
Dalam sambutannya, beliau menegaskan komitmen Kementerian Pelindungan Pekerja
Migran Indonesia melalui Program SMK Go Global dalam mempersiapkan calon
pekerja migran Indonesia yang kompeten, terampil, dan terlindungi untuk bekerja
di luar negeri secara aman dan sesuai prosedur.
“Melalui Program SMK Go Global,
kami berkomitmen mempersiapkan calon pekerja migran Indonesia agar memiliki
kompetensi dan keterampilan yang dibutuhkan di pasar kerja internasional. Saya
berharap seluruh peserta mengikuti pelatihan dengan disiplin dan penuh
semangat, meningkatkan keterampilan teknis serta kemampuan bahasa, dan menjaga
etos kerja agar dapat bersaing di dunia kerja internasional serta membawa nama
baik bangsa Indonesia,” ujar Arman Muis.
Beliau juga menyampaikan
apresiasi kepada PT Binawan Inti Utama atas dukungan dan kolaborasi dalam
pelaksanaan pelatihan serta pembukaan peluang kerja bagi para peserta.
Menurutnya, sinergi antara pemerintah dan pihak swasta menjadi bagian penting
dalam mendukung peningkatan kualitas calon pekerja migran Indonesia.
Selain itu, Kepala BP3MI DKI
Jakarta mengingatkan peserta agar memanfaatkan kesempatan melalui Program
Nasional SMK Go Global dengan sebaik-baiknya. Beliau menekankan pentingnya
mengikuti proses penempatan kerja ke luar negeri melalui jalur resmi serta memahami
hak dan kewajiban sebagai pekerja migran Indonesia.
“Manfaatkan kesempatan ini dengan
sebaik-baiknya untuk meningkatkan kompetensi dan mempersiapkan diri sebelum
bekerja ke luar negeri. Pastikan seluruh proses penempatan dilakukan melalui
jalur resmi dan sesuai prosedur. Berdasarkan Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2017
tentang Pelindungan Pekerja Migran Indonesia, negara bertanggung jawab
memberikan pelindungan kepada pekerja migran Indonesia sebelum bekerja, selama
bekerja, dan setelah selesai bekerja,” tegasnya.
Beliau turut mengingatkan peserta
agar menjaga komunikasi dengan pihak terkait, menyampaikan keluhan melalui
saluran yang tersedia, serta bijak dalam menggunakan media sosial selama
mengikuti pelatihan maupun ketika nantinya bekerja di negara penempatan.
Sebagai tanda dimulainya
rangkaian program pelatihan, kegiatan dilanjutkan dengan penyerahan training
kit secara simbolis kepada dua perwakilan peserta, yaitu Ardianto dan Dika
Warencus Sinaga, serta sesi foto bersama.
Setelah pembukaan, kegiatan
dilanjutkan dengan Info Sesi yang menghadirkan Rahalim Purba, Pengantar Kerja
Ahli Madya dari Direktorat Penempatan Nonpemerintah pada Pemberi Kerja Berbadan
Hukum Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI). Dalam
pemaparannya, beliau menyampaikan materi Edukasi Pra-Penempatan Pekerja Migran
Indonesia yang mencakup pengertian dasar pekerja migran Indonesia, pentingnya
pelatihan sebelum bekerja ke luar negeri, keuntungan dan tantangan bekerja di
luar negeri, persyaratan umum dan dokumen wajib, skema penempatan, Sistem
Komputerisasi Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (SISKOP2MI), serta biaya
penempatan.
Peserta juga memperoleh informasi
mengenai Kredit Usaha Rakyat Pekerja Migran Indonesia (KUR Pekerja Migran
Indonesia) yang disampaikan oleh Menner Zaglusyah Noviyanto selaku Senior
Officer Business Alliance, perwakilan Bank Mandiri Micro Region IV. Materi ini
menjelaskan fasilitas pembiayaan yang disediakan pemerintah bagi calon pekerja
migran Indonesia atau peserta pemagangan untuk mendukung kebutuhan persiapan
keberangkatan ke luar negeri. Program tersebut diharapkan dapat menjadi
alternatif pembiayaan yang aman dan sesuai ketentuan sehingga peserta terhindar
dari jeratan rentenir, calo, maupun pinjaman ilegal.
Rangkaian Info Sesi ditutup
dengan pemaparan dan tanya jawab mengenai peluang kerja di luar negeri bersama
empat Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia (P3MI), yaitu PT Binawan
Inti Utama, PT Loring Margi Internasional, PT Dinasty Insan Mandiri, dan PT
Della Fadhil Anugrah. Dalam sesi tersebut, para peserta memperoleh informasi
mengenai jabatan yang tersedia, negara tujuan penempatan, proses rekrutmen,
besaran gaji, serta fasilitas yang akan diterima dari pemberi kerja.
Melalui kegiatan ini, BP3MI DKI
Jakarta berharap para peserta Program SMK Go Global tidak hanya memperoleh
peningkatan keterampilan teknis dan kemampuan bahasa, tetapi juga memahami
prosedur penempatan, hak dan kewajiban, serta aspek pelindungan sebelum bekerja
ke luar negeri. Dengan demikian, program ini diharapkan dapat mendukung
terwujudnya pekerja migran Indonesia yang kompeten, profesional, dan
terlindungi.