• DKI Jakarta
  • +62811-9900-048
  • bp3mi.dkijakarta@kp2mi.go.id
  • BP3MI Jakarta
  • Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia – Jakarta

Berita

img BP3MI DKI
26-Oct-2026 11:29:35

BP3MI DKI Jakarta Bersama KP2MI Jajaki Pembentukan Migrant Center di STIKes Pasar Rebo untuk Dukung Program SMK Go Global

BP3MI DKI Jakarta Bersama KP2MI Jajaki Pembentukan Migrant Center di STIKes Pasar Rebo untuk Dukung Program SMK Go Global

Jakarta, BP3MI DKI Jakarta (26/10) – Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) DKI Jakarta menghadiri kegiatan penjajakan kerja sama inisiasi pembentukan Migrant Center dalam rangka mendukung Program SMK Go Global yang diselenggarakan di Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Pasar Rebo, Jakarta Timur, pada Senin (26/10/2026). Kegiatan ini menjadi langkah awal untuk memperkuat kolaborasi dalam menyiapkan tenaga kesehatan yang kompeten dan berdaya saing di pasar kerja internasional.

Kegiatan dihadiri oleh Direktur Pembinaan Kelembagaan Vokasi Pekerja Migran Indonesia di Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI)  Abri Danar Prabawa, Kepala BP3MI DKI Jakarta Arman Muis, Pembina Yayasan Bina Insan Medika Rahmat Dwi Putranto, Ketua STIKes Pasar Rebo Yuanita Panma, Chief Marketing Officer Deasy Widiantie.

Rangkaian kegiatan diawali dengan peninjauan ruang kelas serta sarana dan prasarana STIKes Pasar Rebo untuk melihat kesiapan institusi dalam mendukung pelaksanaan program. Selanjutnya, Pembina Yayasan Bina Insan Medika memaparkan profil STIKes Pasar Rebo sebagai perguruan tinggi swasta di bidang kesehatan yang berlokasi di Ciracas, Jakarta Timur, dan berada di bawah naungan Yayasan Bina Insan Medika.

“STIKes Pasar Rebo berawal dari Akademi Keperawatan yang berdiri pada 17 Desember 1998 dan bertransformasi menjadi STIKes pada 2024. Saat ini, kami menyelenggarakan program studi D3 Keperawatan dan S1 Administrasi Kesehatan. Dengan dukungan jejaring mitra rumah sakit dan orientasi pada kompetensi global, kami berkomitmen menghasilkan tenaga kesehatan yang profesional, berkarakter, dan berdaya saing,” ujar Rahmat Dwi Putranto.

Dalam pembahasan selanjutnya, Direktur Pembinaan Kelembagaan Vokasi Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) menekankan pentingnya pembentukan Migrant Center sebagai wadah kolaborasi untuk mendukung pelaksanaan Program SMK Go Global. Pembentukan pusat ini diharapkan dapat memperkuat koordinasi antara lembaga pendidikan, pemerintah, dan mitra penempatan dalam menyiapkan calon pekerja migran Indonesia sesuai kebutuhan pasar kerja luar negeri.

“Pembentukan Migrant Center menjadi salah satu langkah penting untuk memperkuat sinergi antara lembaga pendidikan vokasi dan kebutuhan penempatan tenaga kerja di luar negeri. Selain itu, standardisasi lembaga vokasi diperlukan agar proses pelatihan dan penyiapan calon pekerja migran Indonesia berjalan lebih terarah, terukur, dan sesuai dengan kebutuhan pasar kerja internasional,” disampaikan Abri Danar Prabawa.

Sementara itu, Kepala BP3MI DKI Jakarta Arman Muis menekankan bahwa pelaksanaan program harus didasarkan pada kebutuhan nyata pemberi kerja (job order). Dengan demikian, pelatihan yang diselenggarakan dapat selaras dengan kompetensi, persyaratan, dan peluang penempatan yang tersedia di negara tujuan.

“Pelaksanaan program harus berangkat dari kebutuhan nyata pemberi kerja atau job order. Hal ini penting agar kompetensi yang disiapkan melalui pelatihan benar-benar sesuai dengan persyaratan pekerjaan dan kebutuhan pasar kerja luar negeri. Dengan begitu, pelatihan tidak hanya menghasilkan tenaga kerja yang terampil, tetapi juga membuka peluang penempatan yang lebih jelas dan terarah,” tegas Arman Muis.

Untuk mendukung penyiapan tenaga kesehatan yang kompeten dan siap bersaing secara global, diperlukan kolaborasi dengan berbagai pihak, mulai dari rumah sakit, puskesmas, Lembaga Pelatihan Kerja (LPK), SMK, perguruan tinggi, perusahaan penempatan, hingga mitra luar negeri. Kolaborasi ini diharapkan dapat memperluas akses peserta terhadap pelatihan, magang, dan pengalaman kerja yang relevan.

Selain itu, penyiapan tenaga kesehatan perlu didukung oleh fasilitas pelatihan yang memadai, tenaga pengajar kompeten, pembelajaran bahasa asing, sertifikasi sesuai standar negara tujuan, serta perencanaan pembiayaan yang transparan bagi calon pekerja migran Indonesia. Berbagai aspek tersebut menjadi bagian penting dalam mempersiapkan tenaga kesehatan agar mampu memenuhi kualifikasi yang dibutuhkan pemberi kerja di luar negeri.

Sebagai tindak lanjut penjajakan kerja sama, direncanakan percepatan penyusunan nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) dan Perjanjian Kerja Sama (PKS), pembentukan struktur pengelola Migrant Center, serta pemetaan peluang kerja dan identifikasi calon pemberi kerja. Selain itu, persiapan kelas khusus tenaga kesehatan yang berorientasi pada pasar kerja global ditargetkan mulai dilaksanakan sebelum Desember 2026, dengan mempertimbangkan kesiapan mitra dan kepastian kebutuhan penempatan.

Melalui penjajakan kerja sama ini, BP3MI DKI Jakarta berharap pembentukan Migrant Center di STIKes Pasar Rebo dapat menjadi langkah strategis dalam memperkuat pendidikan dan pelatihan vokasi, sekaligus mendukung Program SMK Go Global dalam mencetak tenaga kesehatan Indonesia yang kompeten, profesional, dan siap bekerja di luar negeri secara aman serta sesuai prosedur.

 

logo
  • DKI Jakarta
  • +62811-9900-048
  • bp3mi.dkijakarta@kp2mi.go.id